SELAMAT BELAJAR DI BLOGNYA GURU GEOGRAFI SMA NEGERI 1 KEJOBONG PURBALINGGA

Selasa, 07 Februari 2012

Materi Ajar : Konsep Dasar, Prinsip, Pendekatan, dan Aspek Geografi


MODUL I
KONSEP,  PENDEKATAN,  PRINSIP DAN ASPEK  GEOGRAFI

@  Standar Kompetensi          : 1. Memahami konsep,  pendekatan,  prinsip dan aspek  geografi
@  Kompetensi dasar : 
1.1.  Menjelaskan konsep geografi
1.2.  Menjelaskan pendekatan geografi
1.3.  Menjelaskan prinsip geografi
1.4.  Mendeskripsikan  aspek geografi

ALUR KONSEP

Organization Chart


A.    KONSEP GEOGRAFI
1.     Perkembangan Pandangan Geografi
Perkembangan Ilmu Geografi diawali oleh Bangsa Yunani yang secara aktif meneliti juga mendokumentasikan informasi dan data kegeografian sebagai sebuah ilmu dan filosofi. Pemikir utama pada awal perkembangan geografi adalah Thales (640– 546 SM) dari Miletus yang banyak melakukan perjalanan menggali informasi geografi, yang kemudian dikembangkan lagi oleh Herodotus (485–425 SM) dari Messana yang membuat laporan geografi sekitar wilayah Timur Tengah, kemudian Phytheas yang melakukan pengukuran jarak Matahari terhadap Bumi. Perkembangan awal geografi paling fenomenal adalah dengan publikasi dari Eratosthenes (276–194 SM) dalam bukunya Geographica yang menjelaskan bahwa pad dasarnya bumi itu bulat dan Eratosthenes telah mampu menghitung keliling Bumi dengan hanya berselisih kurang dari 1% keliling sebenarnya, yang kemudian diikuti oleh beberapa pemikir - pemikir bangsa Romawi.
Pada abad pertengahan, bangsa Arab banyak memberikan sumbangsih pemikir - pemikirnya dalam mengembangkan ilmu geografi seperti Al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun. Kemudian pada abad ke-17 hingga abad ke-19 Ilmu geografi semakin menunjukkan sebagai sebuah disiplin ilmu yang utuh dengan menjadi bagian kurikulum yang lengkap di berbagai universitas yang terdapat di Eropa. Pada masa ini para pemikir (ilmuan) yang mengemukakan pendapatnya adalah Bernard Varen (1622-1650) atau yang dikenal dengan Varenius dari Jerman melalui bukunya Geographia Generalis, Immanuel Kant (1724–1821) melalui buku Physische Geographie, Alexander von Humboldt (1769–1859) dikenal sebagai peletak dasar geografi fisik modern, Karl Ritter (1779–1859) dari Universitas Berlin, Friederich Ratzel (1844–1904) dari Leipzig dalam bukunya yang berjudul Politische Geographie mengemukakan konsep Lebensraum, Elsworth Huntington (1876–1947) asal Amerika Serikat mengemukakan konsepnya dalam bukunya The Pulse of The Earth dikenal sebagai determinis iklim, Paul Vidal de la Blache (1845–1918) asal Prancis merupakan pelopor posibilisme dalam geografi dengan konsepnya genre de vie, Halford Mackinder (1861–1947) dari Universitas Oxford mengemukakan makalahnya yang berjudul The Scope and Methods of Geography yang berisi konsep man-land relation.
Dalam perkembangannya, geografi terbagi menjadi dua, yaitu:
1)      Geografi Othodoks
a.     Geografi filsafat
b.    Geografi Sistematik, meliputi:
a)    Geogarfi fisik, seperti; geomorfologi, hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.
b)   Geografi manusia, seperti geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi budaya, geografi desa kota, dsb.
c.     Geografi regional, dibedakan menjadi:
a)    Zona : geografi daerah tropik, daerah arid, dsb.
b)   Kultur : geografi Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa Timur, dsb.
d.    Geografi Teknik, terdiri atas kartografi, penginderaan jauh, metide kuatitatif dalam geografi.
2)      Geografi Terpadu
a.       Analisis Keruangan
1)      Teori : teori interaksi, teori difusi, teori lokasi, dan teori jaringan.
2)      Aplikasi : pengembangan daerah pengaliran sungai, perkotaan, dan masalah kependudukan.
b.      Analisis Ekologi
1)      Teori : struktur lingkungan, ekosistem, dan teori korelasi.
2)      Aplikasi : inventarisasi dan evaluasi sumber daya, serta penanggulangan bencana.
c.       Analisis Kewilayahan
1)  Teori : teori pertumbuhan wilayah dan teori interaksi antarwilayah

2.     Pengertian Geografi
a.      Secara etimologis, geografi berasal dari Bahasa Yunani, geo = bumi, dan graphein = melukiskan. Sehingga, secara sederhana geografi berarti ilmu yang menguraikan, mencitrakan, atau menggambarkan tentang bumi.
b.      Menurut R. Bintarto
Geografi adalah ilmi penegtahuan yang mencitrakan, menernagkan sifat-sifat, menganalisis gejala-gejala alam dan bentuk serta mempelajari corak yang khas mengenai penghidupan, dan berusa mencari fungsi dari unsur-unusr bumi dalam ruang dan waktu.
c.      Menurut Hasil Semiloka Peningkatan Kualitas pengajaran Geografi di Semarang (1988)
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenonema geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
d.      Menurut N. Daljoeni
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang nengajarkan tentang kegiatan manusia di dalam ruang. Unsur-unsur ruang meliputi;
1)      Spatial atau tata ruang, yaitu persebaran gejala alami dan manusiawi di permukaan bumi.
2)      Ekologi yaitu adaptasi manusia dengan lingkungannya.
3)      Region, yaitu wilayah tempat tinggal manusia berdasarkan kestaun fisiologisnya.
e.      Menurut Richard Hartshorne
Geografi merupakan disiplin ilmu yang mencoba menggambarkan dan menginterpretasikan  karakteristik variabel-variabel dari suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi sebagi tempat hidup manusia.
f.       MenurutI Made Sandy
Geografi adalah ilmu yang berusaha menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi.
g.      Ferdinand Von Richthoven (1833)
Ilmu Bumi ialah ilmu yang mempelajari gejala-gejala dan sifat permukaan bumi, serta penduduknya disusun menurut letaknya dan terdapat berbarengan dan timbal balik dari sifat-sifat serta gejala-gejala tersebut.
h.      Carl Ritter
Semua gejala dan bentuk - bentuk alam dengan umat manusia mengorganisasikannya dalam suatu kerangka dasar asosiasi geografi yang khas tentang tanah dan manusia pada permukaan bumi.

3.     Konsep Dasar Geografi
Dalam mengkaji obyek material geografi, ada sepuluh konsep dasar yang harus diperhatikan, yaitu:
a.      Konsep Lokasi/Letak;
Letak mengandung pengertian kedudukan suatu obyek di permukaan bumi, dibedakan atas;
F  Letak mutlak : menunjukan letak suatu wilayah/obyek di permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur (letak astronomis).
F  Letak relatif : menunjukan letak suatu wilayah/obyek di permukaan bumi berdasarkan kedudukannya dengan daerah disekitarnya (letak geografis).
b.      Konsep Jarak
Berkaitan dengan hubungan antar wilayah/daerah dalam kehidupan sosial, ekonomi. Misalnya, semakin jauh jarak pasar dari pusat produksi, harganya semakin mahal.
c.      Konsep Keterjangkauan ;
Berkaitan dengan ada tidaknya aksesbilitas, baik jalan maupun sarana transportasi. Suatu wilayah yang dekat sulit dijangkau apabila tidak ada sarana transportasi yang memadai.

d.      Konsep Pola;
Gejala atau obyek di permukaan bumi akan membentuk pola tertentu yang dipengaruhi oleh lingkungan yang ada. Misalnya, pola pemukiman memanjang dijumpai di sepanjang aliran sungai, pola menyebar di daerah dataran rendah.
e.      Konsep Geomorfologi
Geomorfologi merupakan pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk muka bumi. Ilmu geografi tidak dapat lepas dari bentuk-bentuk muka bumi, seperti pegunungan, lembah, perbukitan, dataran tinggi, dan sebagainya.
f.       Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya, pengelompokan pemukiman daerah kumuh, pemukiman elit, pengelompokan pusat perdagangan, dan sebagainya.
g.      Konsep Kegunaan
Nilai kegunaan suatu sumber bersifat relatif, misalnya wilkayah pantai yang landai, bersih, dan jernih airnya belum tentu berarti bagi penduduk setempat yang berorientasi pada pemanfaatan sumber di daratan yang sederhana.
h.      Konsep diferensiasi area
Suatu wilayah dengan wilayah lain di permukaan bumi tidak sama, baik secara fisk maupun sosial.adanya perbedaan ini menyebabkan terjadinya hubungan antar wilayah.
i.        Konsep interaksi dan interdependensi
Interaksi adalah hubungan yang saling mempengaruhi antara satu gejala dengan gejala lainnya. Misalnya, perbedaan antara daerah pedesaan dan perkotaan, mengakibatkan terjadinya urbanisasi, perdagangan.
j.        Konsep keterkaitan keruangan
Merupakan keterkaitan antara satu fenomena dengan fenomena yang lain. Misalnya, hubungan antara daerah berbatuan kapur dengan kesulitan air.

Evaluasi 1 :
Sesuai dengan konsep dasar apakah gejala berikut ini!
No
Gejala Geosfer
Konsep dasar
1.


Ibu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos transport anaknya pergi sekolah, karena sekolah anaknya dekat dengan rumah, hanya 400 m.

2.
Wilayah Purbalingga cukup beragam, disebelah utara  dikelilingi pegunungan, dan di sebelah selatan merupakan lembah sungai Serayu. Bagian tengah merupakan dataran rendah.

3.
Jenis tanah di Karangreja termasuk tanah vulkanis yang subur. Masyarakat setempat memanfaatkannya untuk lahan perkebunan sayur-sayuran.

4.
Untuk mengenyam pendidikan tingkat lanjutan, Andi kost di dekat sekolah yang terletak di kota kecamatan, karena tidak setiap hari ada angkutan umum menuju desanya. Jadwal trayek angkutan umum ke desanya hanya dua kali semingggu, yaitu hari Rabu dan Minggu, sehingga Andi bisa pulang  tiap hari Minggu.

5.
Singapura merupakan wilayah yang miskin sumber daya alam. Untuk kegiatan industri, Singapura mengandalkan pasokan dari luar, termasuk Indonesia.

6.
Rumah penduduk di pulau Sumatera sebagian besar berbentuk rumah panggung, dan di pulau Jawa tidak di jumpai  rumah seperti itu.

7.
Di daerah dataran rendah biasanya banyak dijumpai perkebunan kelapa.

8.
Permukiman di daerah pedesaan cenderung mengelompok mendekati di daerah-daerah yang subur. karena dianggap menguntungkan. Pernyataan ini berkaitan dengan konsep ….

9.
Di daerah pantai, penduduk bermatapencaharian sebagai nelayan, di daerah pegunungan penduduk bermata pencaharian sebagai pekebun.


10.
Kegiatan ekonomi sebagian besar berpusat di daerah perkotaan. Hal tersebut menjadi data tarik bagi penduduk di pinggiran kota. Hal ini menimbulkan dapat terhadap kota, sementara di desa tenaga kerja produktif menjadi berkurang.

11.
Kegiatan industri di Jakarta bisa berkembang dengan pesat karena didukung oleh daerah lainnya yaitu berkaitan dengan bahan baku dan tenaga kerja.

12.
Rumah orang Eskimo di Alaska berada di daerah dingin terbuat dari balok-balok es,.

13.
Di daerah dingin, orang cenderung berpakaian tebal.

14.
Daun bergoyang karena tertiup angin dan angin terjadi karena perbedaan tekanan udara dan seterusnya. 

15.
Rumah penduduk di Pulau Sumatra berbentuk panggung dan di Pulau Jawa tidak dijumpai rumah dengan bentuk seperti itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar